Senin, 30 April 2012 0 komentar

Mencintai Rasulullah

Oleh :  Rubina Qurratu'ain
 
Satu, satu, aku sayang Alloh
               Dua, dua, sayang Rasulullah

               Tiga, tiga, sayang Umi, Abi
               Satu dua tiga sayang semuanya
Lagu itu dinyanyikan dengan riang oleh dua anak, yang aku pikir masih usia TK. Dua anak bersama ibunya itu duduk persis di bangku sebelahku, di bis Patas AC yang aku tumpangi. Keduanya nampak menikmati perjalanan sambil terus mengulang-ulang lagu yang dulu biasa saya nyanyikan dengan syair; satu-satu aku sayang ibu, dua-dua aku sayang ayah.....
Aku tersenyum mendengar syair lagu yang diganti dengan kata aku sayang Alloh dan sayang Rasulullah. "Kreatif juga orang yang mengubah syair lagu itu. Maksudnya mungkin untuk menanamkan rasa cinta pada Alloh dan Rasulullah sejak dini. Ah, aku juga ingin mengajarkan lagu ini nanti pada ponakan-ponakanku di rumah," kataku dalam hati, supaya tertanama rasa sayang dan cinta pada Alloh Swt dan Rasulullah sejak mereka kecil.
Mendengar lagu itu, tiba-tiba saja aku jadi teringat peristiwa yang belakangan membuat heboh seluruh dunia. Umat Islam seolah dibangunkan dari tidurnya, akibat pembuatan dan publikasi kartun Nabi Muhammad Saw. Mereka berunjuk rasa, memprotes, bahkan melakukan boikot atas kartun-kartun yang menghinakan Nabi Muhammad Saw. Meski patut disayangkan, sejumlah aksi unjuk rasa berakhir anarkis, bahkan sampai menelan korban jiwa. Ujung-ujungnya, mereka yang membenci Islam, semakin memojokkan Islam dan umat Islam sebagai umat yang menyenangi kekerasan.
Kemarahan mereka memang bisa dipahami, karena gambar-gambar kartun itu sungguh melukai hati umat Islam. Betapa tidak, Nabi Muhammad Saw yang dikenal sebagai sosok yang penuh kasih sayang dan lembut hati, digambarkan seperti seorang teroris yang kejam dengan lilitan bom yang siap meledak di kepalanya. Sungguh sebuah penghinaan yang menyakitkan.
Sekarang, aksi-aksi protes itu memang sudah mereda. Tapi, apakah peristiwa ini meninggalkan bekas di hati kita, untuk lebih mencintai Rasulullah dan menghayati ajaran-ajarannya? Selama ini, kita mengenal sosok Rasulullah dari kisah-kisah seputar dirinya, sebagai sosok manusia istimewa, pemimpin umat, suami, ayah, kakek, bahkan pengusaha yang sungguh berakhlak mulia. Tetapi, sudahkah kita berusaha mengamalkan dan mencontoh sikap-sikapnya yang sangat terpuji, sehingga cinta kita pada Rasulullah bukan sekedar cinta buta, tapi cinta yang melahirkan ketaatan pada Allah Swt dan sikap mulia dalam kehidupan kita sehari-hari?
Mengingat ini, aku jadi malu sendiri. Selama ini aku merasa sudah sangat mencintai Rasulullah. Salam dan sholawat selalu aku panjatkan untuknya. Bahkan hatiku terasa teriris dan meneteskan air mata, ketika aku melihat gambar-gambar kartun itu. Namun semuanya itu, tiba-tiba menyentak kesadaranku, bahwa kecintaanku padanya selama ini belum banyak yang aku wujudkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Aku merenung, pantaskah aku mengatakan mencintai Rasulullah kalau dalam keseharianku, aku sering melanggar nasehat-nasehatnya ? Kadang karena pekerjaan yang menumpuk, aku sengaja mengulur-ulur waktu sholat, kadang aku malas banyak membaca Al-Quran dan sholat malam seperti yang dianjurkannya, malas diajak bersilatuhrahmi, malas berpuasa sunnah seperti yang diamalkannya, belum lagi sifatnya yang welas asih bahkan terhadap musuhnya, sabar, pemaaf, sederhana, jujur, amanah, adil dan gemar bersedekah meski dalam keadaan sulit sekalipun dan masih banyak hal-hal yang kelihatannya sepele tapi sebenarnya merefleksikan sejauh mana aku mengenal dan mencintai Rasulullah.
Aku kembali teringat sebuah buku yang pernah aku baca tentang keagungan Rasulullah. Dalam buku itu disebutkan bahwa kecintaan pada Rasulullah adalah cerminan kecintaan pada Alloh. Dan Alloh memperkuatnya dalam firman-firmannya;
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah... "(al-Hasyr: 7)
"Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling dari ketaatan itu, maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka." (an-Nisaa: 80)
"Sesungguhnya pada Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagimu, bagi orang-orang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah dan hari akhirnya, serta mengingat Allah sebanyak-banyaknya." (al-Ahzab: 21)
Ah... ternyata kecintaanku pada Rasulullah selama ini cuma di permukaannya saja, tapi aku masih belum mampu memahami makna cinta itu. Aku belum bisa mengamalkan dan mencontoh perilakunya yang sangat mulia dalam kehidupan keseharianku. Ya... Alloh, ampunilah hambamu yang lemah dan hina ini. Beri hamba hidayah dan kemudahan untuk menjadi umatmu yang berakhlak mulia, semulia manusia pilihamu Muhammad Saw.
Bis patas AC yang aku tumpangi terus melaju di jalan tol yang licin. Gerimis kecil membasahi kaca jendela dan aku merasakan udara semakin dingin. Namun hatiku bersenandung kecil..... ungkapan cinta penyair Taufik Ismail terhadap Rasulullah Muhammad Saw;
Rindu kami padamu ya Rasul
Rindu tiada terperi,
Berabad jarak darimu ya Rasul
Serasa engkau di sini
Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya suarga
Dapatkah hamba membalas cintamu
 Secara bersahaja....

0 komentar

Sebuah parade ukhuwwah

Sebuah kisah nyata seperti yang di utarakan oleh Drs. Umar Ali Yahya dan Syarifuddin. Ukhuwah intinya 'MEMBERI'. Memberi tanpa mengharapkan kata terima kasih dan tidak mengharap balasan, artinya mengharap balasan hanya dari Allah SWT.
Ukhuwah dan keimanan seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, maka dari itu jika salah satu tidak ada maka yang lainnya pun sirna. Tingkat ukhuwah terendah ialah bersih hati dan berbaik sangka pada saudaranya sedangkan tingkat ukhuwah tertinggi ialah mendahulukan saudaranya daripada dirinya [Drs. Umar Ali Yahya].
Alkisah, disebuah Madrasah Tsanawiyah di daerah Bangka Jakarta Selatan, berkumpul sekelompok anak-anak sekolah yang sedang istirahat mengerumuni abang penjual rujak, rupanya siang itu anak-anak sedang membeli rujak. Diantara sekumpulan anak-anak tersebut terdapatlah seorang anak bernama Ubaidurrahman (Ubay) yang saat itu ingin sekali membeli rujak namun uangnya ketinggalan di kelas. Keinginan Ubay itu ditangkap oleh temannya Hamad tanpa terlewat sedikitpun. Saat itu Hamad pun sebetulnya ingin membeli rujak juga, namun uangnya tinggal seribu rupiah saja, dan itupun untuk ongkos pulang.
'Pake uangku saja dulu Ubay,' seru Hamad pada Ubay yang terlihat sangat ingin sekali membeli rujak. 'Terima kasih, nanti aku ganti uangnya di kelas ya,' jawab Ubay riang.
Begitulah, Hamad meminjamkan uangnya yang hanya tinggal seribu itu pada Ubay untuk membeli rujak dengan harapan nanti akan dibayar di kelas. Ketika sampai di kelas ternyata Ubay tidak membayar hutangnya karena ternyata uangnya sudah terpakai untuk yang lain.
'Masya Allah, Hamad aku lupa, uangnya tadi sudah dipakai, besok saja ya...' Hamad menatap Ubay sejenak dan kemudian mengangguk dengan senyum khasnya. Dalam keadaan tidak ada uang sepersen pun, bahkan untuk ongkos pulang sekalipun, Hamad masih tersenyum dan menjalani sisa harinya dengan kegembiraan.
Bel sekolah telah berbunyi, menandakan waktunya untuk pulang. Tidak terkecuali dengan Hamad, ia pun pulang meskipun tidak seperti hari-hari sebelumnya. Kali ini dia terlihat berjalan kaki, ya.. berjalan kaki dari sekolahnya di Bangka-JakSel sampai rumahnya di Jatibening-Bekasi, yang biasa memerlukan waktu 1 jam jika ditempuh dengan kendaraan.***
'Hamad kok belum pulang ya Bu? Aku mulai khawatir, coba telepon teman-temannya barangkali memang sedang ada acara di sekolahnya,' pinta Ust. Zufar pada istrinya.Ust. Zufar merupakan ayah dari Hamad. Beliau ialah sosok yang ramah, nama lengkapnya ialah Ust. Zufar Bawazier, Lc, dosen LIPIA dan juga pengurus sebuah Partai Islam di Indonesia.
Saya sempat mengenalnya ketika beliau mengisi sebuah seminar di Bandung dimana saya terlibat sebagai panitia. Saat itu, beliau kami sediakan tiket pulang dengan Kereta Api untuk jadwal kepergian jam 13.00. Betapa kagetnya saya ketika teman saya memberitahukan bahwa Ust. Zufar sedang berdiri menunggu angkutan umum yang saya yakin beliau tidak hafal rutenya, untuk menuju stasiun. Lebih parah lagi waktu telah menunjukan pukul 12.50, yang artinya hanya 10 menit lagi kereta akan segera pergi.
Saya segera mengambil motor untuk mengantarnya menuju stasiun, saya tidak habis fikir mengapa Ust. Zufar tidak memberi tahu panitia kalau keadaannya seperti ini, atau memang panitianya yang tidak memperhatikan, pikirku. Aku susuri jalanan kota Bandung dengan kecepatan tinggi, bahkan sempat melanggar beberapa rambu lalu lintas, aku tak peduli, saat itu fikiranku hanya mengantar Ust. Zufar agar tidak ketinggalan kereta menuju Jakarta.
Dan memang akhirnya Ust. Zufar bisa mendapatkan keretanya, walaupun harus dengan berlari setelah sebelumnya masih sempat menyalamiku sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih padaku. Itulah kenangan terakhir dan satu-satunya pertemuanku dengan Ust. Zufar. 'Kriiing...' telepon di rumah Pak Umar berdering. Telepon itu ternyata dari Ust. Zufar yang kemudian memberitahukan kepada Pak Umar selaku kepala sekolah madrasah, bahwa anaknya saat itu pulang malam sekali. Lalu Ust. Zufar pun menjelaskan penyebab anaknya pulang terlambat.
Esok harinya, Pak Umar memanggil Hamad dan Ubay ke Kantor. Tidak ditemukan wajah kesal atau kecut dari Hamad, suatu pancaran ketenangan jiwa dari seorang anak yang masih bersih hatinya. Lalu Pak Umar berkata pada Ubay, 'Lihatlah, sepatu temanmu rusak karena kamu menyia-nyiakan kebaikannya...' Pak Umar terkenal akan kebijaksanaannya, beliau digelari 'Pembina Sejati' oleh teman saya di Bandung yang pernah merasakan sentuhannya pula. Saya beruntung pernah menjadi binaanya selama setahun. Waktu yang cukup singkat untuk sebuah pembinaan yang bertajuk Ta'lim Rutin Kader Activis. Namun waktu yang singkat itu telah cukup baginya untuk meniup kuncup dalam diri ini sehingga mekar menjadi bunga.
Sepatu tua Hamad terlihat rusak, yang memang sebelumnya sudah lusuh. Ubay menangkap semua itu tanpa terlewat sedikitpun. 'Maafkan aku ya Hamad, ini pakai saja sepatuku, aku punya dua sepatu kok di rumah.' Begitulah kisah mereka berdua, parade ukhuwah mereka begitu mempesona setiap orang yang melihatnya.
0 komentar

Wanita di mata Lelaki

Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke  bawah tanah.
Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas "Tank Top", noleh ke kiri pemandangan "Pinggul terbuka", menghindar kekanan ada sajian "Celana ketat plus You Can See", balik ke belakang dihadang oleh "Dada menantang!" Astaghfirullahal 'Adhim, Astaghfirullohal 'Adhim... kemana …, ke mana lagi mata ini harus memandang …?

Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran "Porno" dan hatipun menjadi keras.
Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang berniat untuk menarik lelaki agar memakai aset berharga yang mereka punya.
Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih... dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki ? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan !
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak, anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, baik dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya lelaki bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang.
Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalaik ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.
Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya? tapi saya sungguh takut dengan Dzat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti? Sungguh saya miris dengan iman saya.
Allah Taala telah berfirman: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya", yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nuur : 30-31 ).
Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggung jawabkan nantinya. Jadi tak salah juga bukan ? kalau saya paling malas diajak ke mall, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.
Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan ? So, berjilbablah ... karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempersona dan tentunya sejuk di hati dan menyejukkan mata.
Jumat, 27 April 2012 0 komentar

BAGAIMANA CARA BERBISNIS ONLINE

cara memulai bisnis online :D Kemajuan teknologi membawa dampak besar bagi kehidupan manusia yang terus berkembang dan melengkapi satu sama lainnya dengan tujuan memudahakan pekerjaan dan mempersingkat waktu, serta memaksimalkan produktifitas, salah satu kemajuan teknologi yang begitu pesat adalah penggunaan internet alias dunia maya, yang menjadi dunia kedua dalam berinteraksi dan berekspresi, yang dapat menarik simpati dan money tentunya melalui bisnis online.

Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa internet telah mengisi waktu dan hari kita mw tidak mw internet adalah suatu kebutuhan yang dapat di jadikan tempat berbisnis online jadi ada cara memulai bisnis online dan hal tersebut dapat kita lihat dari lingkungan kita dan kita sendiri adalah pengguna internet tersebut, seperti facebook atau hanya sekedar membuka e-mail, dan ditambah dengan kemajuan alat komunikasi seperti Hand phone yang talah dilengkapi fasilitas internet atau istilahnya smart phone.

Apakah itu bukan sebuah peluang untuk mendatangkan sesuatu yang bernilai bagi kita alias uang, pasti akan membawa kepuasan jika kita mampu memaksimalkan semua peluang dan jangan berkata apakah bisa !!! , kenapa tidak bisa karena semua itu bisa diatur asal kita bener-bener ingin berusaha dan jujur. Siip gan…

Coba liat fakta berikut :
rata-rata pengguna internet Indonesia mengakses Wordpress selama 8 Menit, Blogspot selama 10 menit, dan Twitter selama 16 Menit setiap harinya. Dan kunjungan terlama adalah Facebook (28 Menit) dan Kaskus (30 menit).

Internet dapat kita gunakan sebagai alat promosi yang bisa menjangkau seluruh nusantara, jangan jauh-jauh deh, Indonesia ja cukup dan seberapa banyak manusia Indonesia yang bisa kita jadikan target, dan fakta diatas adalah bukti bahwa bisnis online juga memiliki prospek untuk maju.

Jadi bagaimana cara untuk memulai bisnis online tersebut, apakah ribet, untuk memulai bisnis online tidak ribet dan ruet cukup mudah dan simple, dan kita bisa menggunakan jasa pembuatan website dari geratisan sampai berbayar, seperti blogspot, wordpress, blog-detik, dan masih banyak lagi, dapat kita maksimalkan untuk sebuah kesuksesan, gratis lho..
Jika menginginkan yang berbayar kita bisa menggunkan jasa pembuatan website seperti babastudio, pilihan ada ditangan anda…

dan mungkin langkah-langkah atau cara memulai bisnis online dibawah ini bisa membantu yaitu hal-hal yang harus dimiliki :

1.    Memiliki e-mail, baik yahoo, gmail atau lainnya
E-mail adalah surat elektronik yang berguna untuk komunikasi sebagai perantara pesan kita, serta syarat untuk memiliki atau membuat akun lainnya,

2.    Miliki sebuah web atau blog
Mengapa harus memiliki web atau blog, hal ini penting sebagai alat promosi atau pengenalan produk atau jasa yang kita jual, dan banyak lagi yang bisa kita maksimalkan dari web atau blog itu sendiri.

3.    Beriklan
Iklan adalah senjata ampuh mencari pelanggan dengan iklan tersebut calon pelanggan akan tahu tentang apa yang kita promosikan dan tentunya iklan yang memiliki daya tarik yang menggerakkan calong pelanggan ada rasa penasaran ingin mengetahui.

4.    Maksilakan yang kita miliki.
Yaitu memanfaatkan akun jejaring social kita seperti facebook, twitter, google plus sebagai tempat share melihat dari masyarakat kita yang lebih suka beramain dengan facebook dan twitter sebagai pengisi waktu luang dan menghabiskan waktu.

5.    Jujur
Modal akhir senjata ampuh untuk sukses adalah jujur, kita tidak melakukan pembohongan terhadap pelanggan kita, dan jasa atau produk yang kita jual benar dan baik adanya.
0 komentar

KAPAN PERUBAHAN AKAN TERJADI

ketika hak milik di ambil orang ketika anak negri di injak2 negara tetangga pemerintah cuma tinggal diam, dalam bisu, semua orang tercengang apa yg terjadi pada anak negeri yang merantau di tempat orang yang jauh disana? sebagai pahlawan devisa negara yang paling tinggi, tapi nasib tak pernah di perhatikan malahan di lupakan, miris hati ini melihat ke tidak becusan pemerintah untuk menjaga anak negeri yang di anggap sebagai pahlawan devisa, bayangkan saja, terungkapnya 3 pahlawan devisa negara yang membuat sontak media-media elektronik baik dalam negeri dan luar negeri berbondong-bondong menyampaikan kabar yang membuat warga negara indonesia tersentak akan kebiadaban negara tetangga.

memank miris hati ini melihat karena 1 bulan terlwat baru sekaraang ini media menyiarkan kebiadaban yang terjadi, ketika media kritis menyampaikan bru pemerintah bergerak bak pahlawan di siang bolong, yang muncul ketika semua di pertanyakan, yang muncul ketika muncul berbagai persepsi, yang muncul ketika bergejolak.

Kapan....Kapann.... Negeriku tercinta ini berubah, kapan negeri ini menjadi pengayom negeri-negeri yang lainya, masih teringat dengan cerita yang aku baca di media online, ketika Presiden Sukarno meneriakkan ganyang negeri tetangga, karena telah mengoyak NKRI, itulah pemimpin sejati, sosok yang di takuti di dalam dan luar negeri, sosok bak pahlawan yang berdiri di depan sebagai komandan perang, sosok sebagai panutan untuk anak bangsa.



 
;